Halaman

Sabtu, 18 Oktober 2014

FAKTA DAN HAL MENARIK TENTANG PULAU NIAS

Saya masih ingat ketika pertama kali saya memperkenalkan diri pada teman saya ketika masuk kuliah di salah satu Univeritas Swasta di Depok. Ketika mereka bertanya asal saya dimana,dan kemudian saya menjawab jikalau saya berasal dari Nias ada rasa penasaran yang kelihatan di wajah mereka. Bukan rasa penasaran mengenai keadaan Nias yang terlihat di wajah mereka,namun rasa penasaran tentang dimana sesungguhnya Pulau Nias itu terletak. Saya sebenarnya suka merasa kesal jikalau banyak orang yang sangat sangat tidak tahu Nias seolah olah dalam peta Indonesia,Pulau Nias itu sudah didepak jauh.  Saya bisa maklumi bahwa memang ternyata tidak semua orang mengenal dimana sebenarnya Pulau Nias karena selain letakknya yang kecil,Pulau Nias juga sangat jauh dari Pulau Jawa. Namun bagi orang yang sudah mengenal Nias dengan baik,akan menemui fakta-fakta unik yang hanya akan ditemui di Pulau Nias,berikut adalah fakta-fakta tentang daerah Nias :
 
1. Masyarakat Nias disebut juga 'Ono Niha' yang berarti anak Nias.Ada juga ungkapan ungkapan seperti 'Niha Khoda' atau 'Mbanuada' yang sering digunakan dalam percakapan antar sesama masyarakat Nias yang secara tidak langsung menegaskan bahwa semua masyarakat Nias itu serumpun dan bersaudara.

2. Masih terjadi kesimpang siuran mengenai asal usul sebenarnya nenek moyang masyarakat Nias,namun beberapa penelitian belakangan ini menyimpulkan masyarakat Nias memiliki struktur DNA yang sama dengan negara Taiwan.

3. Salam dalam bahasa Nias yaitu 'Yaahowu'

4. Orang Nias sangat menjunjung tinggi adat,baik itu dalam adat pernikahan,kematian,adat penyambutan tamu dan sebagainya. Beberapa adat sebenarnya masih dipegang kuat sampai saat ini,dan beberapa orang beranggapan bahwa adat adat tersebut sangat merugikan. Terlebih dalam adat perikahan yang menuntut mahar yang sangat besar dalam melaksanakan pernikahan.

5. Bagi masyarakat luar Nias berhati-hatilah terhadap yang namanya 'gelo' atau 'sigelo' :D 

6. Kebudayaan Nias yang terkenal antara lain : Lompat Batu (hombo Batu) yang merupakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun oleh masyarakat Nias, lompat batu sendiri dilakukan oleh laki-laki dewasa yang menadakan telah dewasanya seorang pria, batu yang dilompati memiliki tinggi kira kira 2 meter, selain itu ada beberapa tari penyambutan tamu seperti tari Baluse,tari Maena,tari Moyo dan sebaginya : 
TARI BALUSE
 
TARI MOYO 




























 
LOMPAT BATU/HOMBO BATU


















7. Banyak tempat wisata tersembunyi di Pulau Nias yang terisolir dan belum terpublikasikan kepada masyarakat luas sehingga potensi untuk menjadikan daerah tersebut menjadi tempat wisata tidak optimal. Untuk ulasan lebih menarik tentang tempat-tempat wisata akan dijelaskan di postingan berikutnya :3
PULAU TELLO NIAS SELATAN
PANTAI SORAKE   

































     





































 





PANTAI TURELOTU



PANTAI PASIR MERAH AFULU




PULAU SORIKTABE
SUNSET DI KOTA GUNUNGSITOLI









MEMBANGUN JIWA ENTREPREUNER PADA GENERASI MUDA

Generasi muda dewasa ini disibukkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan media sosial. Mulai dari postingan tentang kegiatan masing masing, dimana dan apa yang sedang mereka lakukan merupakan suatu hal yang lumrah belakangan ini. Namun terlepas dari semua itu, ada beberapa hal positif yang dapat dilakukan oleh beberapa generasi muda saat ini, seperti membuka "toko" hanya dengan bermodalkan media sosial, seperti instagram, twitter, facebook dan sebagainya. Mereka biasanya sangat gencar menawarkan produk produk mereka agar dilihat oleh yang lainnya. Hal hal yang mereka lakukan tersebut menjurus kepada kegiatan entrepreunership secara tidak langsung. Oleh karena minat yang mulai tumbuh dalam diri generasi muda saat ini, maka perlu dilakukan pembinaan. Pemerintah selaku pihak memegang peranan penting mensosialisasikan pentingnya memiliki sikap entrepreuner sejak dini kepada generasi muda. Pemerintah harus tanggap terhadap respon pasar akan kegiatan online shop yang dilakukan oeh anak anak muda dewasa ini. Dengan adanya jiwa entrepreuner yang ditanamkan dalam diri, maka tidaklah mengherankan jika kedepannya Indonesia akan dipenuhi oleh entrepreuner muda.

Mempertahankan Sikap Nasionalisme di Tengah Berjalannya Tahun Politik di Indonesia

Tahun 2014 merupakan tahun tahun terberat dalam langkah demokrasi bangsa Indonesia. Beragam kegiatan demokrasi berlangsung dalam kurun waktu tersebut. Diawali dengan pemihan kepala daerah,pemilihan DPD,DPRD,sampai DPR RI dan yang belakangan ini sangat mendapat perhatian yaitu pemilihan umum Presiden. Sungguh tak dapat dipungkiri adanya dukungan dari berbagai pihak dari terhadap masing masing tokoh membuat adanya pihak pihak yang akhirnya berusaha menjatuhkan pihak lainnya dengan cara cara yang tidak sewajarnya. Bukan hal mudah bagi bangsa Indonesia untuk melalui semua ini,karena sesungguhnya bila jiwa nasionalisme tidak ada dalam diri masing masing pihak akan sangat mungkin terjadi gejolak politik yang berimbas pada kehidupan masyarakat di era demokrasi sekarang ini. Beruntungnya hal yang ditakutkan tersebut belum terjadi dalam kehidupan demokrasi kita. Inj karena masyarakat Indonesia masih memegang teguh prinsip prinsip demokrasi yang baik dan masih menanamkan jiwa nasionalisme yang kuat sehingga Indonesia masih aman dan tentram. Kita berharap kedepannya Indonesia akan terua jadi negara demokrasi yang baik yang masyarakatnya memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

Senin, 13 Oktober 2014

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN

Dalam sebuah aktivitas konsumsi, proses pengambilan keputusan merupakan tahap yang terpenting, karena hal ini menyangkut barang akhir yang akan dikonsumsi oleh konsumen itu sendiri. Setiap konsumen melakukan berbagai macam keputusan mengenai aktifitas kehidupan. Seringkali berbagai macam keputusan harus dilakukan oleh setiap konsumen pada setiap hari. Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Ujang Sumarwan (2004:289) mendefinisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Pada saat konsumen membeli sebuah produk, umumnya konsumen mengikuti suatu proses atau tahapan dalam pengambilan keputusan. Menurut Engel et al. (1994:31-32) dan Lamb et al. (2001:188), ada lima tahapan yaitu (1) pengenalan kebutuhan, (2) pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan pembelian, dan (5) perilaku pascapembelian.
Pengenalan Kebutuhan
Proses pembelian oleh konsumen diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal, terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti lapar dan haus) telah mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong. Sedangkan rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena seseorang menonton iklan atau melihat produk baru milik tetangganya.
Pencarian Informasi
Setelah konsumen yang terangsang kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang mulai aktif mencari informasi: bertanya kepada teman, mendatangi toko untuk mencari tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan spesifisikasi dan harga barang.
Evaluasi Alternatif
Evaluasi umunya mencerminkan keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pembelian mereka. Keyakinan (belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran sesuatu. Keyakinan seseorang tentang produk atau merek mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Yang tak kalah pentingnya dengan keyakinan adalah sikap. Sikap (attitude) adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada sesorang pada objek atau gagasan tertentu (Spector, 2000 dalam Kotler dan Keller, 2007).
Keputusan Pembelian
Dalam suatu kasus pembelian, konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah, waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika membeli kendaraan atau peralatan mesin. Namun dalam pembelian produk sehari-hari, keputusan konsumen bisa jadi lebih sederhana. Contohnya ketika membeli gula, seorang konsumen tidak banyak berfikir tentang pemasok atau metode pembayaran.
Perilaku Pascapembelian
Setelah pembelian dilakukan, konsumen akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya. Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain. Hal ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas tertentu pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang merek lain.

SEGMENTASI PASAR DAN ANALISA DEMOGRAFI


            A.    PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi bagi suatu pasar menjadi kelompok kelompok pembeli yang berbeda yang memenuhi kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasi atau menganalisa para pembeli di pasar produk, menganalisa perbedaan antara pembeli di pasar.  Mengingat luasnya pasar, maka kegiatan segmentasi pasar harus dilakukan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:


 a. Pasar lebih mudah dibedakan
b. Pelayanan kepada pembeli menjadi lebih baik
c.Produk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar
d. Dapat Menganalisa pasar lebih mudah
e. Menemukan peluang setelah menganalisis pasar
f. Mengetahui pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya
g. Dapat menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien



B. PENDEKATAN-PENDEKATAN SEGMENTASI PASAR
1. Pendekatan Karakteristik Konsumen
Pendekatan pendekatan segmentasi ada beberapa macam diantaranya adalah pendekatan pendekatan geografi,demografi,psikografi dan behavioral. Masing masing pendekatan memiliki ciri ciri yang berbeda yang akan dipaparkan sebagai berikut :
a.Segmentasi Geografi
Pada segmentasi geografi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan negara, wilayah,kota,desa.
b. Segmentasi Demografi
Pada segmentasi demografi mengelompokkan dilakukan berdasarkan variable usia,jenis kelamin, dan pekerjaan
c. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi psikografi konsumen dapat dibagi menurut demografi tetapi seringkali ini tidaklah cukup. Perusahaan ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya yang membuat orang-orang yang memiliki usia. Penghasilan, pendapatan dan pendidikan yang sama berbeda dalam hal merespon terhadap produk. Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen diobservasi melalui gaya hidup,nilai-nilai kehidupan yang dianut , kepribadian individu tersebut baik dari segi persepsi, motivasi maupun sikap
d. Segmentasi Behavioral(kebiasaan)


     Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
-Dapat diukur
-Dapat dicapai
-Cukup besar atau cukup menguntungkan
-Dapat dibedakan
-Dapat dilaksanakan
Pada segmentasi kebiasaan yaitu dilihat dari pada pengetahuan,sikap,reaksi mereka terhadap suatu produk. Seperti kebiasaan membeli,mengkonsumsi,dsb
Pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik. Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal, distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang hampir sama keseluruh konsumen.
Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada sub-group di dalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu grup yang didefiniskan dengan lebih sempit.
Pemasaran mikro
Praktik penyesuaian produk dan program pemasaran agar cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
Manfaat dari segmentasi pasar adalah:
Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih kesempatan-kesempatan pemasaran. Penjual atau produsen dapat menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda, sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai segmen. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik pemasarannya.
B. ANALISIS DEMOGRAFI
Demografi adalah uraian tentang penduduk, terutama tentang kelahiran, perkawinan, kematian, dan migrasi. Demografi meliputi studi ilmiah tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk, serta bagaimana faktor-faktor ini berubah.
Analisis yang dilakukan meliputi :
Pertumbuhan populasi dunia
Bauran umur populasi
Etnis dan pasar lain
Kelompok pendidikan
Pola rumah tangga
Pergeseran geografis dalam populasi
Perusahaan yang berhasil biasanya mengenali dan menanggapi kebutuhan dan tren yang belum terpenuhi dengan mendapatkan laba dari aktifitas pemasaran yang di lakukan oleh marketer. Perusahaan mendapatkan laba yang sangat besar jika mereka dapat memanfaatkan fenomena yang terjadi dalam faktor demografi dengan baik. Di lain sisi, perusahaan juga harus mampu meminimalisir resiko dan ancaman yang timbul dari faktor demografi.

Sumber : klik disini