Untuk menyelesaikan masalah pendistribusian barang dari beberapa tempat sumber ke beberapa tempat tujuan secara optimal.
Kamis, 30 Oktober 2014
METODE TRANSPORTASI VAM ( VOGEL'S APPROXIMATION METHOD )
Kegunaan :
Untuk menyelesaikan masalah pendistribusian barang dari beberapa tempat sumber ke beberapa tempat tujuan secara optimal.











Untuk menyelesaikan masalah pendistribusian barang dari beberapa tempat sumber ke beberapa tempat tujuan secara optimal.
Sabtu, 18 Oktober 2014
FAKTA DAN HAL MENARIK TENTANG PULAU NIAS
Saya masih ingat ketika pertama kali saya
memperkenalkan diri pada teman saya ketika masuk kuliah di salah satu
Univeritas Swasta di Depok. Ketika mereka bertanya asal saya dimana,dan
kemudian saya menjawab jikalau saya berasal dari Nias ada rasa penasaran yang
kelihatan di wajah mereka. Bukan rasa penasaran mengenai keadaan Nias yang
terlihat di wajah mereka,namun rasa penasaran tentang dimana sesungguhnya Pulau
Nias itu terletak. Saya sebenarnya suka merasa kesal jikalau banyak orang yang
sangat sangat tidak tahu Nias seolah olah dalam peta Indonesia,Pulau Nias itu
sudah didepak jauh. Saya bisa maklumi bahwa memang ternyata tidak semua
orang mengenal dimana sebenarnya Pulau Nias karena selain letakknya yang
kecil,Pulau Nias juga sangat jauh dari Pulau Jawa. Namun bagi orang yang sudah
mengenal Nias dengan baik,akan menemui fakta-fakta unik yang hanya akan ditemui
di Pulau Nias,berikut adalah fakta-fakta tentang daerah Nias :
1. Masyarakat Nias disebut juga 'Ono Niha' yang
berarti anak Nias.Ada juga ungkapan ungkapan seperti 'Niha Khoda' atau
'Mbanuada' yang sering digunakan dalam percakapan antar sesama masyarakat Nias
yang secara tidak langsung menegaskan bahwa semua masyarakat Nias itu serumpun
dan bersaudara.
2. Masih terjadi kesimpang siuran mengenai asal usul
sebenarnya nenek moyang masyarakat Nias,namun beberapa penelitian belakangan
ini menyimpulkan masyarakat Nias memiliki struktur DNA yang sama dengan negara
Taiwan.
3. Salam
dalam bahasa Nias yaitu 'Yaahowu'
4. Orang Nias sangat menjunjung tinggi adat,baik itu
dalam adat pernikahan,kematian,adat penyambutan tamu dan sebagainya. Beberapa
adat sebenarnya masih dipegang kuat sampai saat ini,dan beberapa orang
beranggapan bahwa adat adat tersebut sangat merugikan. Terlebih dalam adat
perikahan yang menuntut mahar yang sangat besar dalam melaksanakan pernikahan.
5. Bagi masyarakat luar Nias berhati-hatilah terhadap
yang namanya 'gelo' atau 'sigelo' :D
6. Kebudayaan Nias yang terkenal antara lain : Lompat
Batu (hombo Batu) yang merupakan tradisi yang telah dilakukan turun temurun oleh masyarakat Nias, lompat batu sendiri dilakukan oleh laki-laki dewasa yang menadakan telah dewasanya seorang pria, batu yang dilompati memiliki tinggi kira kira 2 meter, selain itu ada beberapa tari penyambutan tamu seperti tari Baluse,tari Maena,tari Moyo dan sebaginya :
![]() |
| TARI BALUSE |
![]() | |||||
| TARI MOYO |
7. Banyak tempat wisata tersembunyi di Pulau Nias yang
terisolir dan belum terpublikasikan kepada masyarakat luas sehingga potensi
untuk menjadikan daerah tersebut menjadi tempat wisata tidak optimal. Untuk ulasan lebih menarik tentang tempat-tempat wisata akan dijelaskan di postingan berikutnya :3
| PULAU TELLO NIAS SELATAN |
| PANTAI SORAKE |
MEMBANGUN JIWA ENTREPREUNER PADA GENERASI MUDA
Generasi muda dewasa ini disibukkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan media sosial. Mulai dari postingan tentang kegiatan masing masing, dimana dan apa yang sedang mereka lakukan merupakan suatu hal yang lumrah belakangan ini. Namun terlepas dari semua itu, ada beberapa hal positif yang dapat dilakukan oleh beberapa generasi muda saat ini, seperti membuka "toko" hanya dengan bermodalkan media sosial, seperti instagram, twitter, facebook dan sebagainya. Mereka biasanya sangat gencar menawarkan produk produk mereka agar dilihat oleh yang lainnya. Hal hal yang mereka lakukan tersebut menjurus kepada kegiatan entrepreunership secara tidak langsung. Oleh karena minat yang mulai tumbuh dalam diri generasi muda saat ini, maka perlu dilakukan pembinaan. Pemerintah selaku pihak memegang peranan penting mensosialisasikan pentingnya memiliki sikap entrepreuner sejak dini kepada generasi muda. Pemerintah harus tanggap terhadap respon pasar akan kegiatan online shop yang dilakukan oeh anak anak muda dewasa ini. Dengan adanya jiwa entrepreuner yang ditanamkan dalam diri, maka tidaklah mengherankan jika kedepannya Indonesia akan dipenuhi oleh entrepreuner muda.
Mempertahankan Sikap Nasionalisme di Tengah Berjalannya Tahun Politik di Indonesia
Tahun 2014 merupakan tahun tahun terberat dalam langkah demokrasi bangsa
Indonesia. Beragam kegiatan demokrasi berlangsung dalam kurun waktu tersebut.
Diawali dengan pemihan kepala daerah,pemilihan DPD,DPRD,sampai DPR RI dan yang
belakangan ini sangat mendapat perhatian yaitu pemilihan umum Presiden. Sungguh
tak dapat dipungkiri adanya dukungan dari berbagai pihak dari terhadap masing
masing tokoh membuat adanya pihak pihak yang akhirnya berusaha menjatuhkan
pihak lainnya dengan cara cara yang tidak sewajarnya. Bukan hal
mudah bagi bangsa Indonesia untuk melalui semua ini,karena sesungguhnya bila
jiwa nasionalisme tidak ada dalam diri masing masing pihak akan sangat mungkin
terjadi gejolak politik yang berimbas pada kehidupan masyarakat di era
demokrasi sekarang ini. Beruntungnya hal yang ditakutkan tersebut belum terjadi
dalam kehidupan demokrasi kita. Inj karena masyarakat Indonesia masih memegang
teguh prinsip prinsip demokrasi yang baik dan masih menanamkan jiwa nasionalisme
yang kuat sehingga Indonesia masih aman dan tentram. Kita berharap kedepannya
Indonesia akan terua jadi negara demokrasi yang baik yang masyarakatnya memiliki
jiwa nasionalisme yang kuat.
Senin, 13 Oktober 2014
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Dalam sebuah aktivitas konsumsi,
proses pengambilan keputusan merupakan tahap yang terpenting, karena hal ini
menyangkut barang akhir yang akan dikonsumsi oleh konsumen itu sendiri. Setiap
konsumen melakukan berbagai macam keputusan mengenai aktifitas kehidupan.
Seringkali berbagai macam keputusan harus dilakukan oleh setiap konsumen pada
setiap hari. Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Ujang Sumarwan (2004:289)
mendefinisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau
lebih pilihan alternatif. Pada saat konsumen membeli sebuah produk, umumnya konsumen mengikuti suatu proses
atau tahapan dalam pengambilan keputusan. Menurut Engel et al. (1994:31-32) dan
Lamb et al. (2001:188), ada lima tahapan yaitu (1) pengenalan kebutuhan, (2)
pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan pembelian, dan (5)
perilaku pascapembelian.
Pengenalan
Kebutuhan
Proses pembelian oleh konsumen
diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut
dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal,
terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti lapar dan haus) telah
mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong. Sedangkan
rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena seseorang menonton iklan
atau melihat produk baru milik tetangganya.
Pencarian Informasi
Setelah konsumen yang terangsang
kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih
banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang mulai
aktif mencari informasi: bertanya kepada teman, mendatangi toko untuk mencari
tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan spesifisikasi dan harga
barang.
Evaluasi
Alternatif
Evaluasi umunya mencerminkan
keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pembelian mereka. Keyakinan
(belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran
sesuatu. Keyakinan seseorang tentang produk atau merek mempengaruhi keputusan
pembelian mereka. Yang tak kalah pentingnya dengan keyakinan adalah sikap.
Sikap (attitude) adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan
yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada sesorang
pada objek atau gagasan tertentu (Spector, 2000 dalam Kotler dan Keller, 2007).
Keputusan Pembelian
Dalam suatu kasus pembelian,
konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah,
waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika membeli kendaraan
atau peralatan mesin. Namun dalam pembelian produk sehari-hari, keputusan
konsumen bisa jadi lebih sederhana. Contohnya ketika membeli gula, seorang
konsumen tidak banyak berfikir tentang pemasok atau metode pembayaran.
Perilaku
Pascapembelian
Setelah pembelian dilakukan,
konsumen akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya.
Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain. Hal
ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas
tertentu pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang
merek lain.
Langganan:
Postingan (Atom)



