Tahun 2014 merupakan tahun tahun terberat dalam langkah demokrasi bangsa
Indonesia. Beragam kegiatan demokrasi berlangsung dalam kurun waktu tersebut.
Diawali dengan pemihan kepala daerah,pemilihan DPD,DPRD,sampai DPR RI dan yang
belakangan ini sangat mendapat perhatian yaitu pemilihan umum Presiden. Sungguh
tak dapat dipungkiri adanya dukungan dari berbagai pihak dari terhadap masing
masing tokoh membuat adanya pihak pihak yang akhirnya berusaha menjatuhkan
pihak lainnya dengan cara cara yang tidak sewajarnya. Bukan hal
mudah bagi bangsa Indonesia untuk melalui semua ini,karena sesungguhnya bila
jiwa nasionalisme tidak ada dalam diri masing masing pihak akan sangat mungkin
terjadi gejolak politik yang berimbas pada kehidupan masyarakat di era
demokrasi sekarang ini. Beruntungnya hal yang ditakutkan tersebut belum terjadi
dalam kehidupan demokrasi kita. Inj karena masyarakat Indonesia masih memegang
teguh prinsip prinsip demokrasi yang baik dan masih menanamkan jiwa nasionalisme
yang kuat sehingga Indonesia masih aman dan tentram. Kita berharap kedepannya
Indonesia akan terua jadi negara demokrasi yang baik yang masyarakatnya memiliki
jiwa nasionalisme yang kuat.
Sabtu, 18 Oktober 2014
Senin, 13 Oktober 2014
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KONSUMEN
Dalam sebuah aktivitas konsumsi,
proses pengambilan keputusan merupakan tahap yang terpenting, karena hal ini
menyangkut barang akhir yang akan dikonsumsi oleh konsumen itu sendiri. Setiap
konsumen melakukan berbagai macam keputusan mengenai aktifitas kehidupan.
Seringkali berbagai macam keputusan harus dilakukan oleh setiap konsumen pada
setiap hari. Schiffman dan Kanuk (1994) dalam Ujang Sumarwan (2004:289)
mendefinisikan suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau
lebih pilihan alternatif. Pada saat konsumen membeli sebuah produk, umumnya konsumen mengikuti suatu proses
atau tahapan dalam pengambilan keputusan. Menurut Engel et al. (1994:31-32) dan
Lamb et al. (2001:188), ada lima tahapan yaitu (1) pengenalan kebutuhan, (2)
pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan pembelian, dan (5)
perilaku pascapembelian.
Pengenalan
Kebutuhan
Proses pembelian oleh konsumen
diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah. Kebutuhan tersebut
dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan internal,
terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang (seperti lapar dan haus) telah
mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong. Sedangkan
rangsangan eksternal, salah satunya terjadi karena seseorang menonton iklan
atau melihat produk baru milik tetangganya.
Pencarian Informasi
Setelah konsumen yang terangsang
kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih
banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk. Selanjutnya, orang mulai
aktif mencari informasi: bertanya kepada teman, mendatangi toko untuk mencari
tahu atau membuka-buka internet untuk membandingkan spesifisikasi dan harga
barang.
Evaluasi
Alternatif
Evaluasi umunya mencerminkan
keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pembelian mereka. Keyakinan
(belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang gambaran
sesuatu. Keyakinan seseorang tentang produk atau merek mempengaruhi keputusan
pembelian mereka. Yang tak kalah pentingnya dengan keyakinan adalah sikap.
Sikap (attitude) adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan
yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama pada sesorang
pada objek atau gagasan tertentu (Spector, 2000 dalam Kotler dan Keller, 2007).
Keputusan Pembelian
Dalam suatu kasus pembelian,
konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi merk, pemasok, jumlah,
waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Contohnya ketika membeli kendaraan
atau peralatan mesin. Namun dalam pembelian produk sehari-hari, keputusan
konsumen bisa jadi lebih sederhana. Contohnya ketika membeli gula, seorang
konsumen tidak banyak berfikir tentang pemasok atau metode pembayaran.
Perilaku
Pascapembelian
Setelah pembelian dilakukan,
konsumen akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung keputusannya.
Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain. Hal
ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas
tertentu pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang
merek lain.
SEGMENTASI PASAR DAN ANALISA DEMOGRAFI
A. PENGERTIAN
SEGMENTASI PASAR
Segmentasi
pasar adalah kegiatan membagi bagi suatu pasar menjadi kelompok kelompok
pembeli yang berbeda yang memenuhi kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang
berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda.
Segmentasi pasar juga dapat diartikan sebagai proses pengidentifikasi atau
menganalisa para pembeli di pasar produk, menganalisa perbedaan antara pembeli
di pasar. Mengingat luasnya pasar, maka kegiatan segmentasi pasar harus
dilakukan dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
a. Pasar lebih mudah dibedakan
b. Pelayanan kepada pembeli menjadi lebih
baik
c.Produk lebih responsif terhadap
kebutuhan pasar
d. Dapat Menganalisa pasar lebih mudah
e. Menemukan peluang setelah menganalisis
pasar
f. Mengetahui pergeseran-pergeseran yang
terjadi di dalam segmennya
g. Dapat menentukan strategi komunikasi
yang efektif dan efisien
B.
PENDEKATAN-PENDEKATAN SEGMENTASI PASAR
1. Pendekatan Karakteristik Konsumen
Pendekatan pendekatan segmentasi ada
beberapa macam diantaranya adalah pendekatan pendekatan
geografi,demografi,psikografi dan behavioral. Masing masing pendekatan memiliki
ciri ciri yang berbeda yang akan dipaparkan sebagai berikut :
a.Segmentasi Geografi
Pada segmentasi geografi
pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan
negara, wilayah,kota,desa.
b. Segmentasi Demografi
Pada segmentasi demografi
mengelompokkan dilakukan berdasarkan variable usia,jenis kelamin, dan pekerjaan
c. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi psikografi konsumen
dapat dibagi menurut demografi tetapi seringkali ini tidaklah cukup. Perusahaan
ingin tahu lebih jauh apa sebenarnya yang membuat orang-orang yang memiliki
usia. Penghasilan, pendapatan dan pendidikan yang sama berbeda dalam hal
merespon terhadap produk. Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen
diobservasi melalui gaya hidup,nilai-nilai kehidupan yang dianut , kepribadian
individu tersebut baik dari segi persepsi, motivasi maupun sikap
d. Segmentasi Behavioral(kebiasaan)
Ada beberapa syarat segmentasi yang efektif, yaitu:
-Dapat
diukur
-Dapat
dicapai
-Cukup
besar atau cukup menguntungkan
-Dapat
dibedakan
-Dapat
dilaksanakan
Pada segmentasi kebiasaan yaitu
dilihat dari pada pengetahuan,sikap,reaksi mereka terhadap suatu produk.
Seperti kebiasaan membeli,mengkonsumsi,dsb
Pembelian mempunyai kebutuhan dan keinginan yang unik.
Setiap pembeli, berpotensi menjadi pasar yang terpisah. Oleh karena itu
segmentasi pasar dapat dibangun pada beberapa tingkat yang berbeda.
Pemasaran massal
Pemasaran massal berfokus pada produksi massal,
distribusi massal, dan promosi massal untuk produk yang sama dalam cara yang
hampir sama keseluruh konsumen.
Pemasaran segmen
Pemasaran segmen menyadari bahwa pembeli berbeda dalam
kebutuhan, persepsi, dan perilaku pembelian.
Pemasaran ceruk
Pemasaran ceruk (marketing niche) berfokus pada
sub-group di dalam segmen-segmen. Suatu ceruk adalah suatu grup yang
didefiniskan dengan lebih sempit.
Pemasaran mikro
Praktik penyesuaian produk dan program pemasaran agar
cocok dengan citarasa individu atau lokasi tertentu. Termasuk dalam pemasaran
mikro adalah pemasaran lokal dan pemasaran individu.
Manfaat dari segmentasi pasar
adalah:
Penjual atau produsen berada dalam posisi yang lebih
baik untuk memilih kesempatan-kesempatan pemasaran. Penjual atau produsen dapat
menggunakan pengetahuannya terhadap respon pemasaran yang berbeda-beda,
sehingga dapat mengalokasikan anggarannya secara lebih tepat pada berbagai
segmen. Penjual atau produsen dapat mengatur produk lebih baik dan daya tarik
pemasarannya.
B. ANALISIS DEMOGRAFI
Demografi adalah uraian tentang penduduk, terutama tentang
kelahiran, perkawinan, kematian, dan migrasi. Demografi meliputi studi ilmiah
tentang jumlah, persebaran geografis, komposisi penduduk, serta bagaimana
faktor-faktor ini berubah.
Analisis
yang dilakukan meliputi :
Pertumbuhan
populasi dunia
Bauran umur
populasi
Etnis dan
pasar lain
Kelompok
pendidikan
Pola rumah
tangga
Pergeseran
geografis dalam populasi
Perusahaan yang berhasil biasanya mengenali dan
menanggapi kebutuhan dan tren yang belum terpenuhi dengan mendapatkan laba dari
aktifitas pemasaran yang di lakukan oleh marketer. Perusahaan mendapatkan laba
yang sangat besar jika mereka dapat memanfaatkan fenomena yang terjadi dalam
faktor demografi dengan baik. Di lain sisi, perusahaan juga harus mampu
meminimalisir resiko dan ancaman yang timbul dari faktor demografi.
Sumber : klik disini
Langganan:
Komentar (Atom)